Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Adzan Terakhir Sahabat Bilal R.A.

  Adzan Terakhir Sahabat Bilal Semua pasti tahu, bahwa pada masa Nabi, setiap masuk waktu sholat, maka yang mengkumandankan adzan adalah Bilal bin Rabah. Bilal ditunjuk karena memiliki suara yang indah. Pria berkulit hitam asal Afrika itu mempunyai suara emas yang khas. Posisinya semasa Nabi tak tergantikan oleh siapapun, kecuali saat perang saja, atau saat keluar kota bersama Nabi. Karena beliau tak pernah berpisah dengan Nabi, kemanapun Nabi pergi. Hingga Nabi menemui Allah ta’ala pada awal 11 Hijrah. Semenjak itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar Ra. memintanya untuk jadi mu’adzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata: “Biarkan aku jadi muadzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.” Abu Bakar terus mendesaknya, dan Bilal pun bertanya: “Dahulu, ketika engkau membebaskanku dari siksaan Umayyah bin Khalaf. Apakah engkau membebaskanmu karena dirimu apa karena Allah?.” Abu Bakar Ra. ha...

Kisah Taubat Yang Mengagumkan

Gambar
Tiba-tiba datanglah seorang wanita berhijab masuk ke pintu masjid. Kemudian Rasul pun diam, dan diam pula para sahabat beliau . Wanita tersebut menghadap dengan perlahan, dia berjalan dengan penuh gentar dan takut, dia lemparkan segenap penilaian dan pertimbangan manusia, dia lupakan aib dan keburukan, tidak takut kepada manusia, atau mata manusia dan apa yang akan dikatakan oleh manusia. Hingga dia sampai kepada Rasulullah , kemudian dia berdiri di hadapan beliau, dan mengabarkan kepada beliau bahwa dia telah berzina!! Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan (maksiat yang mewajibkan adanya) hukuman had (atasku), maka sucikanlah aku!” Apa yang diperbuat oleh Rasulullah ?! Apakah beliau meminta persaksian dari para sahabat atas wanita tersebut? Tidak, bahkan memerahlah wajah beliau hingga hampir-hampir meneteskan darah. Kemudian beliau mengarahkan wajah beliau ke arah kanan, dan diam, seakan-akan beliau tidak mendengar sesuatu. Rasulullah berusaha agar wanita ini mencabut pe...

Kisah Pemuda Yang Taubat Di Zaman Rasulullah SAW

Suatu hari Umar ra datang menemui Rasulullah dengan menangis. Rasulullah pun bertanya kepadanya, Apa gerangan yang menyebabkan engkau menangis, wahai Umar?” Kata Umar, Sungguh hati saya mrasa tersentuh oleh ratapan sorang pemuda yg ada dipintu rumah tuan! Rasulullah pun mmerintahkan Umar untuk mmbawa pemuda itu. Ketika pemuda itu telah sampai dihadapan Rasulullah, beliaupun bertanya kepadanya, ”Wahai Pemuda, apa gerangan yang menyebabkan engkau menangis dan meratap?” Pemuda itu menjawab , ”Wahai Rasulullah, yang membuat saya menangis ialah banyaknya dosa yang terlanjur saya lakukan ! Saya takut bila Allah murka kepada saya!” Beliau kembali bertanya, ”Apakah engkau mempersekutukan Allah dengan sesuatu ?” ”Tidak!” jawab pemuda itu. ”Apakah engkau telah membunuh orang dengan tanpa hak?” tanya Rasulullah . ”tidak !” jawab pemuda itu. ”Allah akan mengampuni semua dosamu, meskipun dosamu itu sepenuh tujuh langit dan bumi!” jelas Rasulullah sembari menenangkan pemuda itu. Mendengar penjelasan...

Profil Yayasan Darul Nurussyafa'at

Yayasan Darul Nurussyafa'at adalah sebuah lembaga pendidikan sosial dan kemanusiaan yg di pimpin langsung oleh Al Habib Muhammad Syami bin Musthofa Al 'Atthos. SK KEMENKUM & HAM RI NO : AHU-0003930.AH.01.04.TAHUN 2020 AKTA NOTARIS : ENNY INDRAWATI, S.H., M.KN. NO. 05/28-02 TAHUN 2020 Alamat Yayasan 📌:  Jl. Pabrik Kulit Rt 004 / 003 Desa. Nanggewer Mekar Kec. Cibinong Kab. Bogor 16912 Kegiatan yayasan diantara nya :  - Mengadakan kegiatan sosial seperti berbagi rezeki untuk anak yatim dan dhuafa. - Mengadakan pengajian rutinan istigotsah & sholawat akbar setiap minggu dan bulan nya. ●📢 Infaq Shodaqoh Untuk Pembangunan Yayasan : Bisa melalui transfer ke  1671217379 bank BCA a/n M Noval Syami Atau bisa langsung datang ke Yayasan Darul Nurussyafa'at Mudah mudahan menjadi penyebab keberkahan hidup anda dan menjadi amal jariah🤲🏻 Aamiin yaa allah🤲🏻

Sejarah Kitab Maulid Simthuddurror

Saat ini kitab maulid Simthud Durar adalah salah satu kitab maulid yang umum dibaca di Nusantara, selain Barzanji, Syaraful Anam, Diba’i, Burdah dan Dhiya’ul Lami’. Secara umum diketahui bahwa kitab maulid Simthud Durar ditulis oleh seorang ulama karismatik asal Hadramaut Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi (w. 1915). Karena nama pengarang ini pula, banyak yang menyebut kitab ini dengan sebutan ‘Maulid al-Habsyi’. Habib Ali menulis kitab pada 1913 yang dua tahun kemudian 1915, Habib Ali meninggal dunia. Sejarawan dan antropolog, Linda Boxberger, menyebut bahwa pada masa hidupnya, Habib Ali selalu mengadakan perayaan maulid dengan membaca kitab ini satu minggu sekali di Masjid Riyadh di kota Say’un, Hadramaut. Khusus pada Kamis terakhir bulan Rabiulawal, perayaan maulid ini diadakan secara meriah dan diikuti oleh banyak jamaah. Masjid Riyadh sendiri didirikan oleh Habib Ali pada 1886. Bagaimana maulid Simthud Durar masuk ke Indonesia dan akhirnya bisa dikenal seantero negeri? Yang sering d...